Penghujung Semester Satu 2026, Dana DBHCHT Bangkalan, Terserap 30 Persen
BANGKALAN, PIJARKICK.com - Menjelang akhir semester I, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 terserap sekitar 5 miliar atau 30 persen.
Angka tersebut perbandingan dengan anggaran DBHCHT yang didapat Kabupaten Bangkalan sebesar Rp 16,78 miliar.
Terdapat beberapa sektor yang akan tersentuh oleh dana DBHCHT. Diantaranya kesehatan, pemberdayaan ekonomi, penegakan hukum rokok ilegal, jaminan perlindungan pekerja rentan, pertanian dan sekretariatan.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bangkalan, Qorry Yuniastuti mengatakan, bahwa hingga saat ini yang banyak terserap diantaranya sektor kesehatan yaitu UHC.
"Kalau yang tidak terserap akan menjadi Silpa di tahun depan dan ada kemungkinan bertambah menyesuaikan dengan sisa anggaran tahun sebelumnya," ujar Qorry, Kamis (10/09/26).
Qorry menyebutkan, bahwa nantinya akan ada sisa anggaran yang tidak terserap dan menjadi Silpa di tahun yang akan datang dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Bangkalan.
"Yang terbesar itu ada di sektor kesehatan yang mencapai 70 persen yang bersumber dari dana DBHCHT," pungkasnya.
(Angga)
Komentar
Berita Lainnya
Pemilik Toko Emas di Tanah Merah, Di Periksa Polda Diduga Jual Emas Ilegal.
BANGKALAN, PIJARKICK.com - Pemilik salah satu toko emas di Pasar Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, dibawa ke Mapolres Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Selasa (29/9/2026).malam Informasi yang dihimpun PIJARKICK.com, pemeriksaan tersebut berlangsung setelah tim Unit Indagsi
Tembakau Madura Jadi Sorotan, Petani, Kiai dan Akademisi Respons Podcast Bocor Alus Tempo
BANGKALAN, PIJARKICK.com – Polemik pemberitaan Bocor Alus Tempo terkait persoalan cukai rokok Madura mendapat respons dari kalangan petani, kiai, dan akademisi. Mereka meminta persoalan tembakau dan industri rokok Madura dilihat secara utuh, termasuk dampaknya terhadap kehidupan petani. Sekretaris Bassra sekaligus
KH.Syafik Pendiri P4TM , Respon Bocor Alus Tempo, Mengedepankan Tabayyun, Terkait H.Her
BANGKALQN, PIJARKICK.com- Tembakau Se-Madura (P4TM), KH Syafik Rofi’i, merespon pemberiataan Bocor Alus terkait mata rantai rokok di Madura, ia menilai perkembangan industri rokok lokal telah mengubah posisi tembakau Madura. Komoditas ini tidak lagi sekadar hasil pertanian, tetapi mulai membentuk ekosistem
Investasi Industri Tiongkok : Kawasan Industri Perabotan Rumah Tangga Mulai Dikembangkan, Ini Kata Pengasuh Al Anwar
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com – KH.Mukhlid Muhsin penagsuh Pondok Al Anwar Modung, mendukung industrelisasi di Bangkalan masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) demi terealisanya industralisasi di Bangkalan Madura. Kata KH..Mukhlis, industralisasi butuh investasi yang besar, mengingat pendukung industralisasi butuh infrastruktur jalan yang