UTM Bersholawat, Rektor Prof. Dr. Safi: Fakultas Kedokteran Bukti Madura Mampu Melompat Maju
BANGKALAN, PIJARKICK.com– Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof. Dr. Safi, SH., MH., mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah menjadikan momentum Dies Natalis ke-25 sebagai awal kebangkitan Madura untuk "melompat" menjadi daerah yang lebih maju.
Hal itu disampaikan Prof. Safi saat memberikan sambutan dalam kegiatan UTM Bersholawat, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-25 Universitas Trunojoyo Madura.
Di hadapan Bupati Bangkalan, perwakilan Kementerian Agama RI, jajaran Forkopimda, tokoh agama, civitas akademika, serta ribuan jemaah, Prof. Safi menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak terhadap perkembangan UTM.
"Kehadiran Bapak Bupati, para pejabat, dan seluruh masyarakat menunjukkan bahwa keberadaan Universitas Trunojoyo Madura diakui dan dibutuhkan untuk terus tumbuh serta berkembang dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.
.jpg)
Prof. Safi menjelaskan, perjalanan UTM bermula dari Universitas Bangkalan yang berdiri pada 1981. Kemudian, melalui Keputusan Presiden Nomor 85 Tahun 2001 pada masa Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kampus tersebut resmi bertransformasi menjadi Universitas Trunojoyo Madura.
Saat ini, UTM memiliki 48 program studi dengan sekitar 21 ribu mahasiswa, termasuk mahasiswa asing yang berasal dari sembilan negara. Selain itu, kampus juga tengah mengajukan 10 program studi baru, tiga di antaranya berada di bawah Kementerian Agama RI.
"Kami juga bersyukur karena salah satu izin program studi yang diajukan ke Kementerian Agama telah terbit, sementara tujuh program studi lainnya masih berproses di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi," katanya.
Menurut Prof. Safi, hadiah terbesar bagi UTM pada Dies Natalis ke-25 adalah terbitnya izin pendirian Fakultas Kedokteran, yang menjadi fakultas kedokteran pertama di Pulau Madura.
Ia menegaskan, pendirian Fakultas Kedokteran merupakan hasil kerja keras yang menyita tenaga, pikiran, dan anggaran, namun menjadi bukti bahwa Madura mampu sejajar dengan daerah lain di Indonesia.
"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Madura itu bisa. Kampus di Madura mampu melakukan hal yang sama seperti kampus-kampus besar lainnya," tegasnya.
Menurutnya, keberadaan Fakultas Kedokteran diharapkan mampu membantu meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mengatasi minimnya jumlah dokter di Madura.
"Rasio dokter di Madura masih sekitar satu dokter melayani tujuh ribu penduduk. Padahal idealnya satu dokter melayani seribu penduduk. Kondisi ini berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," jelasnya.
Karena itu, Prof. Safi mengajak seluruh pemerintah daerah di Madura untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pada Dies Natalis ke-25 ini, UTM mengusung tema "Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata." Tuturnya
Selain kegiatan akademik, sosial keagamaan, budaya, dan olahraga, UTM juga menyiapkan berbagai hadiah bagi masyarakat, termasuk sembilan paket umrah, sepeda motor, sepeda listrik, sepeda gunung, kulkas, serta hadiah menarik lainnya yang akan diundi pada rangkaian jalan sehat 25 Juli 2026.
Menutup sambutannya, Prof. Safi meminta doa seluruh masyarakat agar UTM senantiasa menjadi kampus yang mendapat keberkahan dan terus memberikan manfaat bagi kemajuan Madura.
"Kami titip UTM dalam setiap doa Bapak dan Ibu, agar kampus ini terus diberkahi Allah SWT, tumbuh dan berkembang dalam mencerdaskan, memberdayakan masyarakat, serta ikut memajukan kesejahteraan umum," pungkasnya.(uzi)
Komentar
Berita Lainnya
Lestarikan Budaya Madura, 66 Anak Ikuti Penyisihan Cong Kene’ dan Bhing Ana’
BANGKALAN, PIJARKICK.com – Sebanyak 66 anak mengikuti babak penyisihan Cong Kene’ dan Bhing Ana’ di Museum Cakraningrat, Bangkalan, Selasa (12/10/2026). Kegiatan ini digelar untuk melestarikan budaya Madura sekaligus mengembangkan bakat dan talenta anak sejak dini. Dari jumlah tersebut, 24 peserta
FKMSB Bangkalan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Edukasi Leadership di Pesantren
BANGKALAN, PIJARKICK.com-Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) Wilayah Bangkalan menggelar program “Mahasantri Mengabdi” di Pondok Pesantren At-Ta’awun Sabilus Sholihin, Sabtu (20/9/2026). Kegiatan tahunan tersebut diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi kesehatan dan Al-Qur’an, serta pelatihan kepemimpinan bagi para santri. Ketua
Lestarikan Tradisi, Ratusan Siswa UPTD SD Jambu 02 Burneh Bangkalan Meriahkan Peringatan Maulid Nabi
BANGKALAN,PIJARKICK.com -Ribuan siswa UPTD SD Jambu 02 Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan antusias mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan rutin digelar setiap tahun berlangsung khidmat dengan diisi pembacaan sholawat bersama dan ceramah agama. Kemeriahan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini
Lestarikan Tradisi, Ratusan Siswa UPTD SD Jambu 02 Burneh Bangkalan Meriahkan Peringatan Maulid Nabi
BANGKALAN,POJARKICK.com-Ribuan siswa UPTD SD Jambu 02 Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan antusias mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,Kegiatan religius yang rutin digelar setiap tahun ini berlangsung khidmat dengan diisi pembacaan sholawat bersama dan ceramah agama. Kemeriahan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad