Dari Pedagang Asongan Menuju Pengusaha Sukses, Persatuan UMKM Bangkalan Gelar Talk Show Bangun Mental Wirausaha
Bangkalan - Berawal dari usaha kecil hingga pedagang asongan, setiap pelaku UMKM memiliki peluang untuk berkembang menjadi pengusaha sukses. Semangat itulah yang diusung Persatuan UMKM Kabupaten Bangkalan melalui kegiatan Talk Show Tips Menjadi Pengusaha Sukses yang digelar di Taman Paseban.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Hj. Uswatun Hasanah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura (UTM), serta Sri Indah Nur Bayuh, Sekretaris HIPMI Kabupaten Bangkalan. Keduanya membagikan pengalaman, strategi, serta motivasi agar pelaku UMKM mampu mengembangkan usahanya dan naik kelas.
Talk show diikuti para pelaku UMKM yang rutin berjualan di kawasan Car Free Day (CFD) Bangkalan setiap Minggu. Selain memperoleh wawasan bisnis, peserta juga diajak membangun pola pikir kewirausahaan agar lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha.
Pembina Persatuan UMKM Bangkalan, Muhlis Assyuryani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pemberdayaan bagi pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang menjadi pengusaha yang lebih besar.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menggerakkan dan memotivasi para pelaku UMKM di CFD Bangkalan agar memiliki keberanian untuk mengembangkan usahanya. Harapannya, mereka tidak berhenti sebagai pedagang kecil, tetapi mampu naik kelas menjadi pengusaha yang sukses," ujar Muhlis, Senin (20/07/26).
Menurutnya, tantangan terbesar pelaku UMKM bukan hanya persoalan modal, tetapi juga kepercayaan diri untuk terus berkembang. Karena itu, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan dengan menggandeng berbagai pihak.
"Dalam waktu dekat kami akan berkolaborasi dengan HIPMI Bangkalan dan Universitas Trunojoyo Madura. Kami juga merencanakan studi banding ke perusahaan-perusahaan besar agar pelaku UMKM bisa melihat langsung proses membangun usaha dari tahap merintis hingga menjadi perusahaan yang berkembang," katanya.
Salah seorang peserta, Diana, pelaku UMKM makanan siap saji, mengaku kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan baru. Menurutnya, Persatuan UMKM Bangkalan tidak hanya menjadi wadah bagi para pelaku usaha, tetapi juga aktif mendorong anggotanya untuk terus berkembang.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya mendapatkan motivasi, tetapi juga tips praktis untuk mengembangkan usaha. Materi yang disampaikan narasumber sangat membuka wawasan kami yang ingin membawa usaha ke level yang lebih tinggi," ungkap Diana.
(Angga)
Komentar
Berita Lainnya
Pemilik Toko Emas di Tanah Merah, Di Periksa Polda Diduga Jual Emas Ilegal.
BANGKALAN, PIJARKICK.com - Pemilik salah satu toko emas di Pasar Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, dibawa ke Mapolres Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Selasa (29/9/2026).malam Informasi yang dihimpun PIJARKICK.com, pemeriksaan tersebut berlangsung setelah tim Unit Indagsi
Tembakau Madura Jadi Sorotan, Petani, Kiai dan Akademisi Respons Podcast Bocor Alus Tempo
BANGKALAN, PIJARKICK.com – Polemik pemberitaan Bocor Alus Tempo terkait persoalan cukai rokok Madura mendapat respons dari kalangan petani, kiai, dan akademisi. Mereka meminta persoalan tembakau dan industri rokok Madura dilihat secara utuh, termasuk dampaknya terhadap kehidupan petani. Sekretaris Bassra sekaligus
KH.Syafik Pendiri P4TM , Respon Bocor Alus Tempo, Mengedepankan Tabayyun, Terkait H.Her
BANGKALQN, PIJARKICK.com- Tembakau Se-Madura (P4TM), KH Syafik Rofi’i, merespon pemberiataan Bocor Alus terkait mata rantai rokok di Madura, ia menilai perkembangan industri rokok lokal telah mengubah posisi tembakau Madura. Komoditas ini tidak lagi sekadar hasil pertanian, tetapi mulai membentuk ekosistem
Investasi Industri Tiongkok : Kawasan Industri Perabotan Rumah Tangga Mulai Dikembangkan, Ini Kata Pengasuh Al Anwar
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com – KH.Mukhlid Muhsin penagsuh Pondok Al Anwar Modung, mendukung industrelisasi di Bangkalan masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) demi terealisanya industralisasi di Bangkalan Madura. Kata KH..Mukhlis, industralisasi butuh investasi yang besar, mengingat pendukung industralisasi butuh infrastruktur jalan yang